Minggu, 20 Juli 2014

5 Rahasia Agar Jarang Bertengkar dengan Kekasih


Kiki Oktaviani - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Pertengkaran dalam hubungan pacaran merupakan hal yang wajar. Dengan adanya perdebatan, maka setiap pasangan bisa semakin dekat dan terbuka. Meski begitu, bukan berarti Anda harus selalu bertengkar ketika memiliki masalah.

Terlalu sering bertengkar juga tidak baik bagi hubungan yang hanya menjauhkan Anda dari kekasih. Agar hubungan Anda dan kekasih diwarnai dengan kasih dan jarang bertengkar, simak rahasianya berikut ini, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Berpura-pura Seperti Baru Pacaran
Seberapa lama Anda pacara, setahun, dua tahun atau 10 tahun, sesekali berpura-puralah Anda baru mulai pacaran dengannya. Tanyalah hal-hal kecil seperti, bagaimana cerita serial TV yang kemarin ia tonton? atau pakai baju apa hari ini? Pertanyaan sederhana, namun ini menjadi bagian dari perhatian seperti sewaktu Anda pacaran dengannya yang menanyakan banyak hal.

"Banyak pasangan yang berhenti mengeksplor pertanyaan karena mereka merasa sudah mengerti pasangan," ujar psikolog Terri Orbuch. Dengan sering bertanya hal-hal ringan kepada kekasih, maka hubungan bisa semakin kuat dan koneksi tetap terjaga. 

2. Lebih Sering Ngobrol
Untuk menghindari pertengkaran yang terjadi terus-menerus, psikolog Melly Puspita Sari menyarankan untuk mendekatkan diri dengan pasangan dengan lebih banyak ngobrol dan rutin menanyakan apa isi hatinya. "Setelah itu saling bertanya, apakah ada yang tidak disukai dari saya atau dia suka saat saya bagaimana. Kemudian ucapan memuji. Itu kan hal yang bagus, bisa menghangatkan hubungan," jelas Melly.

3. Dapatkan 'Me Time'
Meluangkan waktu agar bisa bersama-sama dengan pasangan memang disarankan, namun jangan lupa juga untuk mendapatkan waktu sendiri. Me time sangat penting untuk menghilangkan stres dan bisa mengaktualisasi diri. Pasangan yang saling mendapatkan waktu sendiri memiliki hubungan yang lebih sehat karena ketika mereka kembali bersama, pikiran sudah jadi lebih segar yang berpengaruh juga pada hubungan.

4. Memberikan Sesuatu yang Spesial
Tidak perlu memberikan sesuatu yang mahal. Menurut psikolog Thomas Moore, Ph.D Saling memberikan sesuatu yang spesial merupakan bentuk perhatian romantis yang dapat menghangatkan hubungan. Tidak hanya bisa memberikan barang, Anda bisa memberikan kejutan seperti mengundangnya untuk makan malam romantis.

5. Jujur
Pertengkaran bisa dipicu karena adanya kebohongan. Ketidakjujuran memicu salah satu pasangan jadi mudah curiga dan tidak percaya. Untuk itu, pasangan kekasih harus membangun hubungan yang dilandasi dengan kejujuran untuk mendapatkan suasana pacaran yang kondusif.

Jatuh Cinta dengan Orang yang Sudah Punya Kekasih, Harus Bagaimana?


Alissa Safiera - wolipop

img
Dok. Getty Images
Jakarta - Bicara tentang perasaan, memang sulit untuk dikendalikan kapan dan kepada siapa rasa cinta berlabuh. Apalagi saat Anda sedang sendiri tanpa kekasih, dan ada pria baik hati yang menarik perhatian. Permasalahannya, si pria sebenarnya sudah memiliki kekasih. Entah karena si pria juga tertarik dan menyayangi Anda, atau hanya 'menggoda', simak beberapa tips di bawah ini sebagai pencerahan saat Anda tengah didera kebimbangan karena mencintai orang yang telah memiliki kekasih.

1. Pastikan Perasaan
Pastikan perasaan Anda kepada orang tersebut. Apakah hanya sekadar perasaan ingin memiliki atau benar-benar sayang? Ambil waktu yang Anda miliki untuk makin mengenal diri sendiri dan berbagai pertimbangan jika Anda memilih untuk maju dan mendekatinya. 

2. Hargai Hubungannya
Sulit memang untuk menyembunyikan perasaan pada orang yang Anda sukai, apalagi harus terpaksa menjauhinya karena ia sudah punya pasangan. Namun demi nama baik diri sendiri, sebaiknya mulai jaga jarak. Jika sudah sama-sama mengetahui perasaan masing-masing, dan ternyata si dia juga mencintai Anda, tak ada salahnya untuk menunggu. Tapi ingat, ini bukan waktunya Anda untuk maju karena ia sudah memiliki kekasih. Jangan sampai Anda di cap sebagai wanita yang menghancurkan hubungan orang lain.

3. Apakah Si Dia Layak Ditunggu?
Sebelum memutuskan untuk maju atau mundur saat mencuri hatinya, Anda perlu tanyakan hal ini dalam hati: "Apakah si dia layak ditunggu?" 

Ratih menyebutkan, ada empat poin yang perlu diperhatikan saat memilih pasangan, yaitu: (1) pasangan yang pantas untuk dicintai dan kasihi; (2) pasangan yang dapat dipercaya; (3) pasangan yang bersikap respect terhadap Anda dan sebaliknya; (4) pasangan yang dapat membuat satu sama lain tumbuh dan berkembang bersama menjadi pribadi yang lebih baik. Dari empat kriteria tadi, Anda pun bisa memutuskan langkah ke depannya.

4. Jangan Mau Jadi Pelarian
Jangan mau menjadi pelarian saat si pria dan kekasihnya sedang bermasalah. Meskipun sayang, namun jika ia hanya menghubungi Anda saat sedang 'berjarak' dengan kekasihnya, maka ia bukanlah pria yang pantas. 

"Seorang pria yang tidak dapat bertindak tegas, tidak dapat memutuskan apa yang ia inginkan, bukanlah pria yang tepat untuk kamu. Menurut kamu apakah dia mungkin akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya sekarang terhadap pacarnya? Atau sederhananya apakah ia mungkin menyelingkuhi diri kamu suatu saat nanti? Saran saya lebih baik kamu pertimbangkan kembali menjalani hubungan dengannya," ujar Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop.

5. Anda Tak Harus Menunggu
Ingat status Anda saat ini, yaitu lajang dan bebas. Tak ada salahnya menunggu jika si dia memang pantas ditunggu. Namun tak perlu juga membuang waktu hanya untuk menunggu seseorang yang kurang pasti. Sembari menunggu, Anda juga bisa membuka hati dengan pria lain yang benar-benar tulus mencintai Anda.

(als/als)

Menyikapi Kekasih yang Masih Sering Berhubungan dengan Mantannya


Kiki Oktaviani - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Mantan kekasih memang seringkali menjadi masalah di dalam hubungan baru. Permasalahan bisa timbul dan semakin memanas ketika kekasih ternyata masih sering berhubungan dengannya.

Pasti Anda curiga dan bertanya-tanya, jangan-jangan kekasih memang masih memiliki rasa terhadapnya? Sebelum menilai negatif dan memulai pertengkaran dengan kekasih, sebaiknya ketahui dulu dengan pasti seperti apa hubungan mereka. Simak tips berikut ini untuk menyikapi kekasih yang masih berhubungan dengan mantannya.

1. Tanyakan Alasan Mengapa Masih Berhubungan dengan Mantannya
Daripada langsung marah dan menyerangnya, sebaiknya tanyakan motivasi kekasih berhubungan dengan mantannya. Ketika alasannya masuk akal, seperti menyangkut pekerjaan atau mereka satu pertemanan, rasanya memang sulit untuk benar-benar tidak saling berhubungan. Menurut psikolog dan konsultan cinta Wolipop, menghadapi kekasih dan mantannya dibutuhkan pengertian dan toleransi. "Belajarlah untuk meningkatkan toleransi dan kepercayaan kamu terhadap kekasih," ujar Ratih dalam surat konsultasi Wolipop.

2. Meminta Si Dia Buat Batasan
Wanita mana yang tidak cemburu dan curiga jika kekasihnya terlalu dekat dengan mantannya. Jujurlah tentang perasaan Anda ini. Mintalah dia membuat batasan tegas dengan mantannya agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Menurut pakar percintaan, Christina Colangelo, batasan-batasan terhadap mantan bukan berarti memutuskan komunikasi sama sekali. Namun yang terpenting cara komunikasinya terhadap mantannya.Waktu dan media komunikasi pun sebaiknya diatur agar menghindari CLBK atau cinta lama bersemi kembali.

3. Kenalan dengan Mantannya
Ketika kekasih bertemu dengan mantannya, mintalah dia untuk mengajak Anda. Berkenalan langsung dengan mantannya membuat Anda bisa menilai bagaimana hubungan kekasih dengannya selama ini. Anda bisa melihat apakah keduanya sudah benar-benar netral. Mengenal si mantan, membuat Anda bisa lebih percaya dengan kekasih dan meningkatkan rasa aman terhadapnya.

(kik/kik)